KONSEP DASAR DESAIN, STRATEGI, PENDEKATAN, MODEL, METODE, TEKNIK, TAKTIK DAN GAYA PEMBELAJARAN


         A.   PENDAHULUAN
Belajar merupakan aktivitas penting dalam kehidupan manusia dan setiap orang mengalami belajar dalam hidupnya. Setiap manusia perlu proses pendewasaan, baik pendewasaan secara fisik maupun secara psikis atau kejiwaan. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi.
Pembelajaran hanya bisa dilakukan oleh lebih dari satu orang. Dalam pembelajaran tidak hanya ada guru dan siswa tetapi juga ada kepala sekolah, staff sekolah hingga teman sejawat yang saling membantu demi terwujudnya pembelajaran. [1]
Studi tentang Proses belajar Mengajar, sangat penting bahkan merupakan suatu keharusan bagi setiap tenaga pengajar baik di tingkat dasar, menengah pertama, menengah atas maupun di perguruan tinggi. Maka dari itu dalam makalah kali ini akan dibahas tentang Desain Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Model Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Teknik Pembelajaran, Taktik Pembelajaran dan Gaya Pembelajaran”.
          B.    PEMBAHASAN
1.      Desain Pembelajaran
a.     Pengertian Disain Pembelajaran
Desain adalah sebuah istilah yang diambil dari kata design(Bahasa Inggris) yang berarti perencanaan atau rancangan. Ada pula yang mengartikan dengan “Persiapan”. Di dalam ilmu manajemen pendidikan atau ilmu administrasi pendidikan, perencanaan disebut dengan istilah planning yaitu “Persiapan  menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu
Desain pembelajaran menurut istilah dapat didefinisikan:
a)       Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan keterampilan pada diri pembelajar ke arah yang dikehendaki (Reigeluth).
b)      Rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan (Briggs).
c)       Proses untuk merinci kondisi untuk belajar, dengan tujuan makro untuk menciptakan strategi dan produk, dan tujuan mikro untuk menghasilkan program pelajaran atau modul atau suatu prosedur yang terdiri dari langkah-langkah, dimana langkah-langkah tersebut di dalamnya terdiri dari analisis, merancang, mengembangkan, menerapkan dan menilai hasil belajar[2]
d)      Menurut Wina Sanjaya disain pembelajaran dapat diartikan sebagai proses yang sistematis untuk memecahkan persoalan pembelajaran melalui proses perencanaan bahan-bahan pembelajaran beserta aktivitas yang harus dilakukan, perencanaan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan serta perencanaan evaluasi keberhasilan.[3]
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud desain pembelajaran adalah suatu proses perencanaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
b, Tujuan Desain Pembelajaran
Tujuan desain pembelajaran adalah mencapai solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan memanfaatkan sejumlah informasi. Ada beberapa komponen dasar dalam perencanaan desain pembelajaran, yaitu :
a)            Untuk siapa program ini dibuat dan dikembangkan? (karakteristik siswa atau peserta ajar)
b)           Anda ingin siswa atau peserta ajar mempelajari apa? (tujuan)
c)            Isi pembelajaran seperti apa yang paling baik dipelajari? (strategi pembelajaran)
d)           Bagaiamanakan cara anda mengukur hasil pembelajaran yang telah dicapai? (prosedur evaluasi)
e)            Peran Desain Pembelajaran
f)             Agar belajar dapat bermakna dan efektif.
g)           Agar tersedia atau termanfaatkan sumber belajar
h)           Agar dapat dikembangkan kesempatan atau pola belajar
i)             Agar belajar dapat dilakukan siapa saja secara berkelanjutan
j)             Fungsi desain pembelajaran
k)           Meningkatkan kemampuan pembelajaran (instruktur, guru, widyaiswara, dosen, dll)
l)             Menghasilkan sumber belajar.
m)        Mengembangkan sistem belajar mengajar.
n)           Mengembangkan organisasi menjadi organisasi belajar.
o)           Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
p)           Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan
q)           Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun murid.
r)             Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketetapan dan kelambatan kerja.
s)            Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
t)             Menghemat waktu, tenaga, alat dan biaya.
u)           Model Desain Pembelajaran.[4]
2.     Strategi Pembelajaran
a.      Pengertian strategi pembelajaran
Secara harfiah kata strategi dapat di artikan sebagai seni seni melaksanakan strategem yakni siasat atau rencana. Dalam perspektif psikologi kata strategi berarti rencana tindakan yang terdiri seperangkat langkah untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan. Adapun strategi mengajar adalah sejumlah langkah yang dipersiapkan sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. [5]
Kemp mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus di kerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat  di capai secara efisien dan efektif. Selanjut nya Wina sanjaya menyebut kan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.  Arti nya bahwa strategi masih bersifat konseptual tentang keputusan yang akan di ambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Strategi pembelajaran juga dapat di artikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan tertentu. Ada dua hal yang perlu kita cermati dari pengertian pembelajaran. Yang pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi di susun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah dari semua keputusan penyusuan strategi adalah pencapaian tujuan.[6]
Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran adalah  perencanaan pembelajaran yang telah dipersiapkan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan
Strategi pengajaran terdiri atas metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai tujuan. Strategi pengajaran lebih luas dari metode dan teknik pengajaran. Dengan kata lain metode atau teknik pengajaran merupakan bagian dari strategi pengajaran. Peranan strategi pembelajaran lebih penting apabila guru mengajar siswa yang berbeda dari segi kemampuan,pencapaian,kecenderungan,serta minat. Untuk itu guru harus memikir kan strategi yang tepat yang mampu memenuhi kebutuhan siswa. Dalam konteks pembelajaran ada empat unsur dalam strategi pembelajara,yaitu:
a)       Menetap kan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik.
b)      Mempertimbang kan dan memilih pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
c)       Mempertimbang kan dan menetap kan langka-langkah atau prosedur ,metode,dan teknik pembelajaran.
d)      Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria ukuran umum dan ukuran baku keberhasilan.[7]
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual, untuk mengimplementasikanya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Untuk merealisasikan strategi di gunakan metode, dengan demikian,bisa terjadi satu strategi pembelajaran dalam beberapa metode pembelajaran.
b.     Klasifikasi Strategi Belajar Mengajar
Terdapat berbagai masalah yang berhubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara keseluruhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: konsep dasar strategi belajar mengajar, sasaran kegiatan belajar mengajar, belajar mengajar sebagai suatu sistem, hakikat proses belajar, entring behavior siswa, pola-pola belajar siswa, memilih sistem belajar mengajar, pengorganisasian kelompok belajar, dan implementasi proses belajar mengajar[8]
c.      Bentuk-Bentuk Strategi Pembelajaran
Ada  beberapa strategi pembelajaran yaitu :
a).  Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi  pembelajaran yang menekan kan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru terhadap sekelompok siswadengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran  secara optimal. SPE ini juga di kenal dengan istilah strategi pembelajaran langsung karena materi pembelajaran di sampaikan langsung oleh guru. Dengan maksud materi yang di sampaikan dapat di kuasai siswa dengan baik.
b)   Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah serangakian   kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan
c)    Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) adalah model pembalajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil yang mempunyai latar belakang akademis, jenis kelamin, ras yang berbeda[9]
3.     Pendekatan Pembelajaran
         a.    Pengertian pendekatan  pembelajaran.
Pendekatan merupakan terjemahan dari kata approach dalam bahasa Inggris diartikan come near (mengahampiri), go to (jalan ke), dan way path (jalan) dari pengertian dapat dikatakan bahwa approach adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu dalam konteks belajar Lawson mengartikan pendekatan sebagai cara atau strategi yang digunakan pendidik untuk menunjang keefektifan, keefesienan, dalam proses pembelajaran materi tertentu[10]
Pendekatan pembelajaran adalah konsep dasar yang mewadahi, menginspirasi menguatkan dan melatari metode pemebelajaran. Pendekatan pemebelajaran juga dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi , menginspirasi, menguatkan dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Pendekatan juga dapat di artikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap suatu proses pembelajaran. jadi strategi dan metode pmbelajaran yang di gunakan tergantung pada pendekatan tertentu. [11]
Sesuai dengan definisi pendekatan pembelajaran di atas dapat dipahami bahwa pendekatan pembelajaran merupakan cara yang digunakan pendidik dalam melakukan proses pembelajaran yang dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
Dilihat dari pendekatann pembelajaran terdapat dua jenis yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru ( tacher centered approach).
a). Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa  (student centered approach).
Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa manajemen dan pengelolaan pembelajaran di tentukan oleh siswa. Siswa pada pendekatan ini memilki kesempatan yang terbuka untuk melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan  keinginan nya. Pendekatan ini menurunkan strategi pembelajaran discoveri dan inkuiri serta pembelajaran induktif yakni pembelajaran yang berpusat pada siswa.
b). bahwa menajemen dan pengelolan pembelajaran di tentukan sepenuh nya oleh guru. Peran siswa dalam pendekatan ini hanya melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan petunjuk guru. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction ), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori .[12]

4.     ModelPembelajaran
Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Model dapat dipahami sebagai: (1) suatu tipe atau desain; (2) suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses evaluasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati; (3) suatu sistem asumsi-asumsi, data-data yang dipakai untuk menggambarkan suatu obyek atau peristiwa; (4) suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja; (5) suatu deskripsi suatu sistemm yang mungkin; (6) penyajian yang diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya.[13]
Model pembelajaran adalah bentuk atau tipe kegiatan yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar oleh guru kepada siswa. Di dalam model pembelajaran terdapat unsur: (1) filosofi atau teori yang menjadi landasan atau ruh dari rumusan teoritis dan praktis sebuah metode pembelajaran; (2) rumusan teoritis metode pembelajaran; dan (3) prosedur praktis penerapan metode pembelajaran. Model pembelajaran yang ideal adalah model yang mengeksplorasi pengalaman belajar efektif, yaitu pengalaman belajar yang memungkinkan siswa/seorang mengalami atau berbuat secara langsung dan aktif dalam sebuah lingkungan belajarnya. Siswa diberi kesempatan yang luas untuk melihat, memegang, merasakan dan mengaktifkan lebih banyak indera yang dimilikinya.[14]
Jadi yang dimaksud dengan model pembelajaran di sini adalah tipe atau jenis kegiatan  pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran, sehingga dengan  penetapan tipe pembelajaran dalam sebuah proses pembelajaran akan membantu guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran
Beberapa model pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dan dapat dijadikan acuan pengajaran keterampilan di kelas, antara lain:
a.       Model Pembelajaran Kolaborasi (Collaboration Learning)
b.      Model Pembelajaran Individual (Individual Learning)
c.       Model Pembelajaran Teman Sebaya (Peer Learning)
d.      Model Pembelajaran Sikap (Affective Learning)
e.       Model Pembelajaran Bermain (Game)
f.       Model Pembelajaran Kelompok (Cooperative Learning)
g.      Model Pembelajaran Mandiri (Independent Learning)
h.      Model Pembelajaran Multi Model[15]
    Berdasarkan teori-teori bealajar dapat ditentukan beberapa pendekatan pembelajaran, dan berdasarkan pendekatan tadi selanjutnya dapat ditentukan beberapa model pembelajaran. Adapun model-model pembelajaran itu digolongkan menjadi empat model utama, yaitu:
a.               Model Interaksi Sosial
Dalam model ini tercakup beberapa jenis strategi pembelajaran, yakni:
(1)   Kerja kelompok
(2)   Pertemuan kelas
(3)   Pemecahan masalah sosial atau inquiry sosial
(4)   Model laboratorium
(5)   Model pengajaran yurisprudensi
(6)   Bermain peran
(7)   Simulasi sosial
b.   Model Proses Informasi (Information Processing Models)
Model proses informasi meliputi beberapa strategi pembelajaran, yakni:
(1)   Mengajar induktif
(2)   Latihan inquiry
(3)   Inquiry keilmuam
(4)   Pembentukan konsep
(5)   Model pengembangan
(6)   Advanced organizer model
c.   Model Personal (Personal Models)
Model pembelajaran personal terdiri dari 4 jenis strategi pembelajaran, ialah:
(1)   Pengajaran non direktif
(2)   Latihan kesadaran
(3)   Sinektik
(4)   Sistem konseptual
d.      Model Modifikasi Tingkah Laku (Behavior Modification Models)[16]
5.     MetodePembelajaran
a.      Pengertian metode
Kata metode berasal dari bahasa Arab yaitu thuriquh yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan maka strategi tersebut haruslah diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka pengembangan sikap mentaldan kepribadian agar peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik.[17]
Pengertian metode menurut istilah dapat dilihat dari beberapa pendapat para ahli di antaranya:
·          Menurut Hasan Langgulung metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan.
·          Menurut Abd. Al Rahman Ghunaimah metode adalah cara-cara yamg praktis dalam mencapai tujuan pengajaran.
·          Menurut Ahmad Tafsir metode adalah cara yang paling tepat dan cepat dalam mengerjakan mata pelajaran.[18]
·          Menurut Al-Ahrasy metode adalah jalan yang diikuti untuk memberikan pengertian kepada peserta didik tentang segala macam metode dalam berbagai pelajaran.[19]
Beberapa pengertian metode di atas memberikandapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan metode di sini adalah jalan atau cara yang digunakan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran
b.     Prinsi-Prinsip Metode Mengajar
Ada beberapa prisnsip metode mengajar yang harus diperhatikan, di antaranya:
·     Harus memanfaatkan teori kegiatan belajar mandiri. Belajar merupakan akibat dari kegiatan peserta didik. Menurut prinsip ini seorang belajar melalui reaksi atau melalui kegiatan mandiri yang merupakan landasan dari semua pembelajaran
·     Harus memanfaatkan hukum pembelajaran. Hukum-hukum dasar menyangkut kesiapan latihan dan akibat, harus dipertimbangkan dengan baik dalam segala jenis pembelajaran
·     Harus berawal dari apa yang sudah diketahui peserta didik. memanfaatkan pengalaman masa lalu peserta didik yang memiliki unsur-unsur sama dengan unsur-unsur materi pemeblajaran.
·     Harus berdasarkan atas teori dan praktek yang terpadu dengan baik yang bertujuan menyatukan kegiatan pembelajaran.
·     Harus memperhatikan perbedaan-perbedaan individual dan menggunakan prosedur-prosedur yang sesuai dengan ciri-ciri kebutuhan, minat, serta kematangan mental dan fisik.
·     Harus meransang kemampuan berfikir dan nalar peserta didik.
·     Harus disesuaikan dengan kemajuan peserta didik dalam hal jketerampilan, kebiasaan, pengetahuan, gagasan dan siskap peserta didik, karena semua ini dasar dalam psikologi perkembangan.[20]
c.      Faktor-Faktor yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Metode Mengajar
Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah:
·     Tujuan yang hendak dicapai
Tujuan pendidikan dan pengajaran merupakan sasaran yang ingin di capai setelah melakukan proses pembelajaran. Guru harus mengetahui dengan jelas tujuan tersebut, sehingga guru bisa memilih kriteria metode mana yang sesuai untu digunakan dalam mengajar.
·     Peserta didik
Dalam memilih metode guru harus memperhatikan kemampuan peserta didik. Karena ada metode mengajar yang membutuhkan pengetahuan dan kecekatan peserta didik misalnya metode diskusi yang menuntut peserta didik bisa menilai benar atau salahnya pendapat yang disampaikan teman-temanya.
·     Bahan pelajaran
Bahan pelajaran merupakan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Ini juga perlu diperhatikan dalam memilih metode, sebab dalam menetapkan metode guru harus menyesuaikannya dengan materi yang akan disampaikan. Materi tentang keterampilan tidak disampaikan guru hanya dengan metode ceramah.
·     Fasilitas
Untuk menetapkan metode mengajar, guru harus mempertimbangkan fasilitas yang akan menunjang metode yang akan digunakan tersebut. Pada umumnya sekolah yang kurang fasilitasnya cendrung memakai metode ceramah dalam mengajar.
·      Situasi yang dimaksud di dini adalah keadaan peserta didik , keadaan guru, dan keadaan kelas yang berdekatan dengan kelas lain.
·     Partisipasi
Partisipasi merupakan keaktifan siswa dalam belajar. Untuk mengaktifkan anak secara menyeluruh guru sebaiknya menggunakan metode kerja kelompok.
·     Guru
Guru merupakan komponen utama yang harus memahami metode yang akan dipakai dalam mengajar. Sebab guru yang akan melakukannya, kalau guru tidak memahaminya bagaimana mungkin metode tersebut bisa dipakai dalam pembelajaran.
·     Kelebihan dan kelemahan metode
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh sebabitu guru harus mempertimbangkan kapan metode itu digunakan sendiri-sendiri dan kapan di gunakan secara kombinasi antara satu metode dengan metode lainnya.[21]
d.   Bentuk-Bentuk Metode Mengajar
Banyak sekali bentuk-bentuk metode yang bisa dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran, namun di sini pemakalah hanya membahas sebagian dari metode tersebut seperti:
·          Metode ceramah
Metode ceramah merupakan suatu cara pengajian atau penyampaian informasi melalui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada peserta didik.
·          Metode tanya jawab
Metode tanya jawab adalah satu cara mengajar diman guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang materi pelajaran yang diajarkan atau materi yang telah mereka baca.
·          Metode diskusi
Metode diskusi merupakan cara menyampaikan bahan pembelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membahas dan menganalisa secara ilmiah, membuat kesimpulan dan menyusun alternatif untu pemecahan satu masalah.[22]
           6 Teknik dan Taktik Pembelajaran
Selain beberapa istilah di atas ada juga istilah “teknik pembelajaran” dan “taktik pembelajaran”. Menurut Sudrajat teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalnya, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan pengguaan metode ceramah pada kelas yang  jumlah siswanya terbatas.[23]
 Jadi yang dimaksud dengan teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan pendidik dalam menggunakan metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran
Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat).[24]
Dari pengertian taktik pembelajaran dapat disimpulkan bahwa taktik pembelajaran merupakan seni atau gaya seorang pendidik dalam menggunakan metode dan teknik pembelajaran
7 Gaya Pembelajaran
          Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir dan memecahkan so’al tidak semua orang mengikuti cara yang sama, masing-masing menunjukkan perbedaan gaya belajar ini terkait dengan pribadi seseorangyang juga dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya
          Jadi gaya belajar merupakan seni belajar yang dimiliki oleh masing-masing siswa,  antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki gaya belajar yang sama dan ada juga yang berbeda
          Dari sekian banyak  gaya belajar yang ada di sini akan dikemukakan tiga gaya belajar menurut tipe yaitu: pertama field dependence-field independence yakni gaya belajar yang banyak dipengaruhi oleh lingkungan atau bergantung pada lingkungan dan gaya belajar yang tidak atau kurang dipengaruhi oleh lingkungan, kedua implusif-reflektif yaitu implusif seseorang yang mengambil keputusan dengan cepat tanpa memikirkannya secara mendalam dan reflektif seseorang yang mempertimbangkan segala alternatif sebelum mengambil keputusan dalam situasi yang tidak mempunyai penyelesaian yang mudah, dan yang ketiga preseptif-sistematis yakni preseptif adalah orang yang mengumpulkan informasi mencoba mengadakan organisasi terhadap yang diterimanya, ia memperhatikan informasi yang diterimanya dan memperhatikan hubungan-hubungan di antaranya, seorang yang preseptif akan menjadikan informasi yang diterimanya menjadi satu kebulatan  informasi  yang saling berkaitan, lawan dari preseptif adalah reseptif yaitu orang yang lebih memperhatikan detail atau rincian informasi dan tidak berusaha membulatkan informasi-inforamasi yang diterimanya sistematis yaitu orang yang mencoba melihat struktur suatu maslah dan bekerja sistematis dengan data atau informasi untuk memecahkan suatu persoalan, lawan dari sistematis adalah intuitif yaitu orang yang langsung mengemukakan jawaban tertentu tanpa menggunakan informasi secara sistematis[25]

          C.   PENUTUP
          1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian makalah di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran seorang pendidik harus memahami beberapa hal yang dapa menunjang keberhasilan pembelajaran seperti desain pembelajaran yaitu merancang sebuah pembelajaran dengan sebaik mungkin, strategi pembelajaran yaitu seni seorang pendidik dalam merencanakan sebuah pembelajaran, pendekatan yaitu cara seorang pendidik menghampiri peserta didik dalam pembelajaran, model pembelajaran yaitu tipe pembelajaran yang dipakai pendidik dalam proses pembelajaran, metode jalan atau cara yang digunakan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran, teknik pembelajaran yaitu cara yang digunakan pendidik dalam menggunakan metode pembelajaran, taktik pembelajaran yaitu cara yang digunakan pendidik dalam menggunakan metode dan teknik pembelajaran, dan gaya belajar merupakan tipe belajar yang dimilkioleh masing-masing siswa, ada yang sama ada juga yang berbeda
2 Saran
          Setelah membahas makalah ini diharapkan kita semua memahami apa yang di maksud dengan desain, strategi, pendekatan, model, metode, teknik, takti, dan gaya dalam proses belaja mengajar saya sadari makalah ini belum sempurna seperti yang diharapkan, oleh sebab itu saran dari dosen pembimbing dan kawan-kawan sangat diperlukan untuk kesempurnaan makalah ini
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah,Syaiful, Bahari, dan Zain, Aswan, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010

Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2011  

Musfiqon, Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran, Jakarta: PT .Prestasi Pustakaraya
Nasution, S, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2005
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta:Kalam Mulia, 2013
Sanjaya, Wina, Perencanaan Dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009

Sanjaya, Wina, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008

Syah, Muhibbin,  Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2011

Sagala, Syaiful,  Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: ALFABETA, 2010
Sukardi, Ismail, Model dan Metode Pembelajaran Modern: Sebuah Pengantar, Palembang: TUNAS GEMILANG, 2011
Zubedi, Desain Pendidikan Karakter, Jakarta: Prenada Media, 2013


[1]Naskah Asli Dapat Dipesan Via email di buku tamu

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me