Keunggulan Pendidikan Alternatatif di Indonesia

Keunggulan Pendidikan Alternatatif di Indonesia

Pendidikan di Indonesia belum dapat benar-benar dibenahi. Kita tahu bahwa tidak semua penduduk negara kita mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak, khususnya di daerah pedalaman dan terpencil.
Ada banyak alasan, di samping fasilitas yang belum memadai, ada sejumlah pandangan bahwa pendidikan bertolak belakang dengan kearifan lokal beberapa daerah. Seorang anak tidak begitu tertarik dengan budayanya ketika mereka mulai menginjak bangku sekolah.
Namun, tidak semua sistem pendidikan di Indonesia seperti yang tersebut di atas. Ada beberapa pendidikan yang walaupun tidak bersertifikat, mampu membawa kearifan budaya bersama kemajuan cara pikir secara beriringan. Meskipun mereka tidak masuk secara sertifikasi, namun mereka mampu menjelaskan apa arti pendidikan yang sebenarnya, bahkan melebihi apa yang didapatkan dari pendidikan formal.
Homeschooling
Sistem pendidikan yang satu ini mungkin masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.  Masalahnya, kita suka menyama artikan antara pendidikan dengan jalan mendapatkan pekerjaan, sehingga banyak hal yang sebenarnya penting malah tersingkirkan. Lalu apa yang membuat home schooling lebih unggul dari pada sekolah formal? By Kampungbaca.com
Di Amerika sistem pendidikan ini banyak dipilih terutama oleh para orang tua yang memilki latar belakang pendidkan tinggi seperti profesor dan insinyur. Dengan sistem pendidikan ini, potensi anak akan benar-benar akan terkelola, meskipun ada kelemahan bahwa anak akan mengalami sedikit kesulitan dalam sosialisasi. Di Indonesia ada beberapa lembaga yang menyediakan sistem homeschooling.
Dan banyak keunggulan lainnya seperti: pertumbuhan anak bisa dipantau langsung dan lebih terjaga dari pergaulan yang tidak baik di sekolah formal, waktu yang lebih fleksibel, belajar lebih cepat, dan banyak yang lainnya. Banyak orang sukses yang berasal dari sistem pendidikan ini seperti Alexander Graham Bell dengan ibunya sebagai guru,Thomas Edison, Mozart, dan beberapa presiden Amerika.
Pendidikan berbasis masyarakat
Pendidikan jenis ini juga memiliki banyak keunggulan, inilah sistem pendidikan yang mampu menyatukan kearifan lokal dengan kebutuhan akan pendidikan. Mampu mendidik sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat tanpa meninggalkan kemajuan teknologi. Contoh dari sistem pendidikan ini adalah SMP Qaryah Tayyibah di Salatiga Semarang, para siswa memiliki hak penuh pada pembelajaran mereka sendiri, dan hanya ada pembimbing dalam kelas mereka, mereka juga difasilitasi dengan sistem internet untuk mengembangkan minat mereka. Beberapa lulusan sukses dengan bakat yang mereka miliki.
Selain Qaryah Tayyibah ada banyak lembaga pendidikan mandiri lainnya yang berbasis masyarakat seperti yang ada di pedalaman Taman Bukit Dua Belas di Jambi, dengan siswa dari para suku Kubu atau yang biasa disebut masyarakat Orang Rimba yang digagas oleh Butet Manurung yang dikenal dengan nama Sekola Rimba.
Selain yang tersebut diatas masih ada banyak pendidikan alternatif yang berkualitas yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Dan setidaknya kita mampu menjadi masyarakat  yang lebih bijak dalam memilih pendidikan bagi generasi masa depan, bukan hanya tentang mendapatkan selembar kertas yang disebut ijazah namun juga menjaga kualitas pendidikan yang mampu manghasilkan generasi yang juga berkualitas.

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me