IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN TERHADAP MANUSIA DI INDONESIA

IDENTITAS DAN KARAKTERISTIK PENDIDIKAN TERHADAP MANUSIA DI INDONESIA

Akhir-akhir ini pendidikan menjadi buah bibir dimasyarakat yang dimana banyak sekali terdapat fenomena-fenomena tentang pendidikan yang hampir tiap hari terdapat berita mengenaskan di media massa, baik melalui media elektronik (televisi, radio, atau internet) maupun media cetak (koran, tabloid, majalah, dan lain-lain). Hampir setiap hari berita tentang tindak kekerasan, kejahatan seksual, penyalahgunaan narkotika, maupun tawuran antar pelajar. Fenomena ini sungguh sangat mengenaskan, seakan pendidikan tak memberikan bekal kecerdasan akal dan moral terhadap generasi pendidikan.
Seperti yang diketahui yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat tujuan indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini upaya pembangunan pada bidang pendidikan, dan pemerintah telah menetapkan kebijakan WAJAR (wajib belajar) 9 tahun, dan bahkan untuk beberapa daerah tertentu telah menetapkan WAJAR 12 tahun. Melalui kebijakan ini, diharapkan bahwa setiap warga Negara Indonesia minimal berpendidikan sampai tingkat SMP (sekolah menengah pertama) atau sederajat.
Namun yang terjadi pendidikan di Indonesia semakin lama semakintidak adanya kejelasann, dengan banyaknaya perubahan sistem kurikulum dan penerapan kebijakan yang seringkali berganti. Yang diamana ganti wajah maka akan ganti kebijakan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. , (Bapak Pendidikan Nasional Dewantara dalam Warli dan Yuliana , 2011: 208) menyatakan bahwa, “... pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak”. 
pendidikan bagi manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang
hayat. Tanpa pendidikan, mustahil manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi untuk maju, sejahtera dan bahagia.
pendidikan berkarakter moral sebagai proses transfer pengetahuan, perasaan, penentuan sikap dan tindakan terhadap fenomena berdasarkan nilai atau aturan universal sehingga peserta didik mempunyai kepribadian yang berintegritas tinggi terhadap nilai atau aturan tersebut dan mampu melakukan hubungan sosial yang harmonis tanpa mengesampingkan nilai atau aturan yang ia junjung tinggi tersebut. Sehingga pendidikan berkarakter moral ini dapat membantu peserta didik memahami kebaikan, mencintai kebaikan dan menjalankan kebaikan. Dengan demikian, karakter sebagai pembeda antara orang terdidik dengan orang yang tidak terdidik.
Pendidikan berkarakter moral memerlukan figur teladan sebagai role model untuk menegakkan nilai atau aturan yang telah disepakati bersama. Di sinilah peran pendidik, khususnya guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah sebagai figur teladan agar peserta didik mampu melakukan imitasi terhadap perilaku moral. Oleh karena semua pihak dituntut untuk terlibat aktif maka perlu adanya sinergisitas diantara elemen tersebut sehingga pendidikan berkarakter moral dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me