FILSAFAT PENDIDIKAN MASA DEPAN

FILSAFAT PENDIDIKAN MASA DEPAN
Pengertian
Filsafat pendidikan dapat diartikan sebagai kajian filosofis tentang asumsi-asumsi dasar, konsep. Prinsip-prinsip, hingga kategori didalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan dilihat bukan sekedar sebgai konsepsi apriori, tetap sebagai langkah-langkah aposteriori yang melibatkan fakta-fakta empiris, karena itu filsafat pendidikan adalah sebuah upaya pemeriksaan yang menyeluruh terhadap hal-hal utama didalam pendidikan.
Contoh persoalan filosofis dalam pendidikan adalah pertanyaan berikut:
Apa makna terdalam dari pendidikan
Bagaimana eksistensi pendidikan
Bagaimana baiknya sebuah dilaksanakan
Bagaimana sebuah pendidikan yang buruk
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diringkas didalam kajian filsafat teoritis. Yakni pertanyaan yang didasarkan pada konsep ontology (metafisik), aksiologis (etis), dan epistemologis. Jadi dengan kata lain filsafat pendidikan adalah upaya memfilsafatkan kondisi pendidikan ; bagaimana pendidikan diringkas didalam cabang-cabang filsafat; bagaimana segala sebab akibat dari penyelenggaraan pendidikan susun dalam kerangka filsafat.
Filsafat pendidikan merupakan bagian dari filsafat terapan. Misalnya ilmu sosiologi, dalam ilmu sosiologi dibahas tentang hubungan-hubungan antara individu dengan individu lain atau satu kelompok dengan kelompok lain. Hubungan itu didasarkan pada darah (kekerabatan), maupun didasarkan pada kepentingan dalam suatu komunitas yang diselidiki, ada masalah ines (perkawinan dalam hubungan darah). Pemecahan terhadap masalah ini sangat bermanfaat untuk pengembangan konsep-konsep sosiologi, maksudnya apakah masalah ines ini hanya terjadi dalam satu kelompok atau pada semua kelompok didunia. Ini akan sangat penting menentukan perkembangan ilmu sosiologi dimasa depan. Ini disebut dengan sosiologi teoritis.
Tegangan Ideologi dalam Pendidikan Kontemporer
Pendidikan kontemporer adalah sebuah penyelenggaraan pendidikan yang didasarkan pada kenyataan sekarang ini. Kotemporer mengacu pada kenyataan yang bersifat situasional, kontekstual, serta pengalaman empiris yang dapat diidentifikasi manusia dengan satu kata ‘’sekarang’’. Manusia adalah yang menyejarah, tetapi kesejarahan dalam situasi kontemporer akan merujuk pada situasi-situasi yang belim berkaku.
Pendidikan Sebagai Alih Ideologi
Memahami sebuah upaya memberitahu orang lain tentang cara melihat dunia. Habermas sudah mencurgai bahwa ilmu pengetahuan adalah dimensi lain dari ideologi. Karena pendidikan adalah alih ideologi. Ideologi adalah sebuah kesadaran kelompok tentang realitas (Larrain, 1996:46)
Kesadaran tentang realitas
Realitas adalah mengacu pada kenyataan-kenyataan yang disusun sedemikian rupa sebagai sebuah kontruksi sosial, yakni perilaku-perilaku yang memilki tujuan tertentu, seperti bekerja, berkomunikasi, berhubungan, dengan kelompok-kelompok lain. Keadaan tersebut memberikan kenyataan bahwa sebetulnya fakta-fakta sosial yang sudah dirangkai adalah kontruksi yang belum benar-benar objektif.
Kepentingan golongan dominan
Kepentingan yaitu yang mencakup tujuan-tujuan, cita-cita, serta fungsi sosial kelompok, yang sesuai dengan gagasan-gagasan didalam  superstruktur. Soperstruktur adalah realitas ketika hubungan manusia memperoleh kesadaran, posisi, dan tujuan mereka (Gramsci)
Pancasila Sebagai Ideologi Kaum Terdidik
Pentingnya ideology didalam proyek pendidikan. Ideology dalam konteks ke indonesiaan dalam bentuk pancasila. Pancasila sebagai aktualisasi pendidikan. Pancasilogi sebuah istilah yang mengacu pada pengertian ilmu pancasila, yang digunakan untuk mewadahi berbagai konsep yang telah dikembangkan para ilmuan yang berbeda-beda seperti filsafat pancasila, pendidikan kewarganegaraan, mata kuliah pancasila, pada masa orde baru (1996-1998).
Berdasarkan argument tersebut menawarkan sebuah model pengembangan kebudayaan pancasila. Budaya pancasila adalah bentuk aktualisasi nilai-nilai yang dimulai dari subjek sebagai warga Negara menuju objek yang terumuskan dalam praktik kehidupan berbangsa. Pancasila bukan sekedar konstruksi teoritis, tetapi juga praktik-praktik nyata dalam unit-unit sosial.
Konsep Kebudayaan dalam Sistem Perundangan
Dalam bentuk RUU mengambil 4 unsur, berikut ini:
Unsur bahasa, pelestarian unsur dalam RUU kebudayaan dilakukan melalui, kesenian dan memasukkan bahasa daerah ke dalam muatan lokal kurikulum pendidikan.
Unsur Seni
Hasil karya manusia atau sekelompok masyarakat dalam bentuk yang dapat menimbulkan rasa indah dan bernilai tinggi. Seni memperoleh tempat dalam pemikiran pemerintah melalui istilah pelestarian, yang dilakukan melalui pendidikan.
Unsur sistem pengetahuan
Unsur ini berimplikasi terhadap pembentukan mekanisme kontrol terhadap instituisi pendidikan dan sosial, yakni sekolah dan media masa. Sistem pengetahuan menghasilkan rasionalitas yang toleran terhadap budaya lain, dan tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengkajian dan pelestarian.
Unsur Adat Istiadat
Unsur ini berimplikasi terhadap lembaga adat di Indonesia. Yang dimana adat adalah serangkaian tingkah laku yang terlembaga dan mentradisi dalam masyrakat yang berfungsi mewujudkan nilai sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari, yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya kebudayaan, untuk melestarikan dapat dilakukan melalui pendidikan dan media masa.
Cagar Budaya
Unsur ini sebagai warisan budaya yang bersifat kebendaan yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting yang berimplikasi terhadap pembentukan sebuah lembaga yang secara khusus mencatat hasil karya pada masa lampau yang dinilai penting bagi pengembangan kebudayaan.

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me