FILSAFAT BUDAYA


FILSAFAT BUDAYA
Pengertian Filsafat
Filsafat sebagai cara berpikir kritis dan sekaligus sebagai sebuah ilmu yang memiliki objek, pendekatan dan tujuan serta sejarah yang menjadi garis kemunculannya sebagai langkah awal untuk memahami. Berfilsafat dapat diartikan sebagai upaya orang untuk mengetahui sesuatu sebagai usaha manusia yang berusaha menggali sesuatu sampai akar-akarnya, yang menyebabkan manusia menjadi lebih kritis baik terhadap dirinya maupun yang ingin diketahuinya.
Ilmu filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis refleksif integral, radikal, logis, sistematis dan universal (kesemestaan), fenomena yang dapat diarahkan dengan melihat tema besar pada ilmu filsafat yaitu, ontology (mengkaji tentang keberadaan sesuatu, yang dapat dipahami secara konkrit, factual, transendetal atau metafisis yang berkaitan dengan ada, misalnya TUHAN ), epistemology (Membahas tentang pengetahuan yang akan dimilki manusia apabila membutuhkannya), dan axiology (membahas tentang kaidah norma dan nilai yang ada pada manusia).
Filsafat Budaya Sebagai Ilmu Pengetahuan
Filsafat mempunyai tugas untuk refleksi tentang kebudayaan dan menafsirkannya pada derajat metafisik. Artinya mengabstraksikan dari corak individual macam-macam kebudayaan, juga mengabstraksikan perbedaan spesifik antara kebudayaan etnologi dan sosiologi.
Definisi kebudayaan terbagi kedalam 7 kategori, yaitu:
Ahli sosiologi, kebudayaan keseluruhan kecakapan-kecakapan (adat, akhlak, kesenjan, ilmu, dll) yang dimilki manusia sebagai subjek masyarakat.
Ahli sejarah, menekankan pertumbuhan kebudayaan dan mendefinisikan sebagai warisan sosial atau tradisi.
Ahli filsafat, menekan aspek normatif, kaidah kebudayaan dan terutama pembinaan nilai dan realisasi cita-cita.
Antropologi, melihat kebudayaan sebagai tata hidup, way of life, kelakuan.
Psikologi, mendekati kebudayaan dari segi penyesuaian manusia kepada alam sekelilingnya, kepada syarat-syarat hidup.
Ilmu bangsa-bangsa gaya alam dan petugas museum menaksir
Pengertian Budaya dan Kebudayaan
Mazab Skolastik memandang alam kodrat sebagai causa materialis (material secunda), kebudayaan dan daya cipta budi manusia sebagai causa formalis. Manusia mendapat tertib untuk menertibkan alam. Dengan demikian tercapai tata tertib ontologism.
Penertiban itu meliputi tingka tingkat dari segala yang ada dalam proses bertahap-tahap. Ciri khusus usaha membudayakan alam melalui 3 tahap:
Eksteriorisasi: manusia yang melaksanakan daya budi untuk menertiban alam menyebabkan ada hasil di luar nya, sebuah produk yang berdiri sendiri sebagai hal, peristiwa, benda fisik.
komunikasi: hasil budaya perseorang tersedia untuk di pergunakan orang lain.
kontinutitas: karya kebudayaan berlangsung trus dan merupakan titik tolak untuk perkembangan lebih lanjut, dalam evolusi kebudayaan subjek-subjek pada giliran nya berfungsi sebagai ahli waris dan pewaris yang di trima dari angkatan dahulu di teruskan kepada yang akan datang. Kebudayaan berjalan secara akumulatif, juga merupakan titipan sadar kepada manusia
kedudukan manusia dalam kebudayaan adalah sentral,bukan manusia sebagai orang,melainkan sebagai pribadi,karna kegiaatan budaya berasal pencipta. Kebudayaan harus di bedakan dengan agamauntuk menghindarkan salah paham, agama sejauh melingkupi usaha manusi termasuk syarat-syarat kebudayaan, tetapi kebudayaan adalah sesuatu yang spesifikasi insani,realisasi dari bawah,bukan rahmat dari atas. Dimana agama dan kebudayaan identik yang di harapkan dari agama tidak termuat dalam kebudayaan dan juga sebalik nya.
Kebudayaan singkatan nya adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani. Di dalam nya terlingkuk usaha memanusiakan bahan alam lingkungan nya baik fisik maupun sosial, membudayaan kan alam,memanusiakan hidup.
Tiga Wujud Kebudayaan
Pendapat seorang ahli sosiologi, Talcott Parsons dengan ahli Antropologi A.L. Krober menganjurkan untuk membedakan secara tajam wujud kebudayaan sebagai sistem dari ide-ide dan konsep-konsep dari wujud kebudayaan sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang perpola. Tiga wujud nya yaitu:
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide,gagasan, nilai-nila, norma-norma, peraturan dan sebagai nya.
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud pertama adalah ideal dari kebudayaan,sifat nya abstrak,tak dapat di raba atau di foto,lokasi ada di dalem kepala-kepala.
Wujud kedua dari kebudayaan yang di sebut sistem sosial, mengenai tindakan berpola manusia itu sendiri. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusi-manusiayang berinteraksi,berhubungan,serta bergaul satu dengan lain dari detik ke detik dari hari ke hari, dan dari tahun ketahun, selalu menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat kelakuan, bisa di observasi, di foto, di dokumentasi.
Wujud ke tiga dari kebudayaan di sebut kebudayaan fisik,karena berupa seluruh total dari hasil fisik dan aktivitas, perbuatan, dan karyia semua manusia dalam masyarakat, maka sifat ny6a paling konkret,dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat di raba, di lihat, dan di foto.
Dari ketiga wujud kebudayaan, dalam kenyataan hidup masyarakat tentu tak terpisah dari satu dengan yang lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arahkepada tindakan dan karya manusia. Menghasilkan benda-benda sifat nya kebudayaan.
Unsur-Unsur Kebudayaan
Unsure-unsur kebudayaan universal memuat keseluruhan dari tindakan manusia yang berpola. Ketuju unsur yang dapat kita sebut sebagai pokok dari tiap kebudayaan di dunia itu adala:
Bahasa
Sistem pengetahuan
Organisasi sosial
Sistem peralatan hidup dan teknologi
Sistem mata pencaharian hidup
Sistem religi
Kesenian
Manusia dan Kebudayaan
Manusia Berada Di Alam
Saintis memandang manusia sebagai bagian dari segi fisik dari alam dan sebagai salah satu dari satu juta lebih jenins hewan. Adapun sifat-sifat fisik yang membedakan manusia dengan binatang, yaitu:
Sikap nya yang tegak. Sikap tegak itu membebas kan tangan manusia dan lengsn nya untuk melakukan eksplorasi. Binatang hanya dapat menggaruk, mencium, merasakan dan menggigit. Manusia dapat memegang benda-benda, pengelihatan dan indra pencium.
Jari-jari nya yang bebas serta ibu jari nya yang mudah bergerak serta kemampuan lengan nya untuk berputar. Binatang memiliki kemampuan sangat terbatas di bandingkan dengan manusia.
Otak nya dan kepala nya yang lebih besar , serta system syaraf yang jauh lebih tinggi dan sempurna.
Akal Sebagai kodrat manusia
Fikiran atau akal adalah faktor yang pokok dalam pengetahuan kita, dinamakan rasionalis. Rasionalisme adalah pandangan bahwa kita mengetahui apa yang kita pikir kan dan akal mempunyai kemampuan untuk mengungkap kan kebenaran .
Manusia mahluk berbudaya
Kebudayaan membentangkan interaksi dan interplay manusia dan alam yang begitu kompleks. Terdapat pula faktor-faktor yang terdiri dari faktor intern: evolusi dan degenerasi, dan faktor ekstern: biome, habitat, dan lingkungan sosial, uraiannya sebagai berikut:
Evolusi
Gagasan evolusi pada pada pertumbuhan kebudayaan tidak begitu melukiskan yang terjadi , melainkan menyusun sebuah menurut skema evolusi apriori. Pokok kritik dari filsafat kebudayaan terhadap teori-reori evolusionisme kebudayaan tidak diajurkan melawan fakta perkembangan dan kemajuan kebudayaan, melainkan melawan dengan cara memahami perkembangan. Dalil bahwa evolusi kebudayaan menjiplak evolusi biologis bertengtangan dengan hakikat kebudayaan. Proses biologi terjadi otomatis, organis, uniform. Sedang kan proses budaya adalah ciptaan manusia, bebas, superorganis, dan pluriform.
Degenerasi
Degenerasi kebalikan dari evolusi, yang disebut sebagai faktor yang mengakibatkan suatu taraf kebudayaan tertentu. Dapat dilihat juga bahwa dalam kebudayaan yang lebih maju dalam bidang material unsur-unsur  maddidapat di salagunakan dengan rugi bagi nilai rohani.
Habitat
Atau alam fisik mempunyai pengaruh besar pada proses kebudayaan. Manusi tak dapat mempertahan kan diri di hadapan alam sekitar nya selain dengan menjawab dengan tantangan nya.
Biome
Alam organis biome mencakup alam lingkungan organisasi manusia dengan segala daya-daya nya sejauh itu dapat di tingkat kan menjadi nilai-nilai budaya.
Demografi data mencerminkan kesehatan rakyat, dan harus di ketahui untuk menyusun prognose perkembangan masyarakat.
Ras rasisme adalah pendirian bahwa perbedaan asal bangsa-bangsa adalah perbedaan kualitatif ras-ras manusia.
Pergeseran Budaya
Perubahan budaya
‘’Manifest and latent functions’’, merton berupaya membenahi keadaan dengan memperlawankan konsep  (disfungsi, yakni fungsi negatif) dengan konsep function (fungsi, yakni fungsi positif) suatu intansi atau kegiatan budaya dikatakan fungsional manakala memberikan andil bagi adaptasi atau penyesuaian sistem tertentu, dan disfungsional apabila melemahkan adaptasi.
Akulturasi dan Asimilasi
Akulturasi adalah mengenai konsep proses sosial yang timbul bila satu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu yang dihadapkan dengan rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing lambat  laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri. Asimilasi adalah proses yang timbul bila ada golongan:
Golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda
Saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama
Kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan berubah sifatnya yang khas, dan juga berubah wujud menjadi unsur-unsur kebudayaan campur, biasanya golongan ini tersangkut dalam suatu proses asimilasi adalah suatu golongan yang mayoritas dan beberapa golongan minoritas, dalam hal itu yang merubah sifat khas dari unsur-unsur kebudayaannya, dan menyesuaikan dengan kebudayaan dari golongan mayoritas, sehingga lambat laun kehilangan kepribadian kebudayaanya, dan masuk kedalam kebudayaan mayoritas.

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me