Cara mengatasi Kelas yang Gaduh, Bising dan Ramai

Salam Pembaca semuanya kali ini saya akan bercerita dan sekaligus berbagi pengalaman tentang bab kali ini yaitu Cara mengatasi Kelas yang Gaduh, Bising dan Ramai. Saya sendiri menjadi pendidik belum lama juga kira-kira belum ada dua tahun. Tepatnya setelah saya lulus pada tahun 2014, saya menjadi pendidik di sebuah sekolah pendidikan dasar. Pada intinya saya disini akan berbagi pengalaman selama saya mengajar dan banyak hal-hal yang tidak biasa. Pengalaman pertama-tama saya mengajar direspon biasa dan peserta didik cukup terkondisi.
Namun, jelang beberapa minggu sudah banyak bermunculan anak-anak yang berani mengelak saya. Sampai-sampai saya emosional dan tidak jarang saya mengeluarkan kata-kata yang tidak mendidik. Bahkan saya pernah memukul secara ringan terhadap anak yang sangat nakal. Hari demi hari saya lalui untuk mengajar dan saya merasa putus asa bahwa saya tidak pantas untuk menjadi pendidik. Hati saya berkata meskipun saya menggunakan banyak metode tetapi anak-anak tetap tidak taat kepada saya. Pernah saya mengatakan di depan anak-anak bahwa saya akan keluar dari sekolah ini. Tanggapan anak-anak pun tidak ada yang mempunyai belas kasihan terhadap saya. Entah apa yang sebenarnya terjadi kepada saya. Pada akhirnya saya curhat kepada para guru yang sudah senior, tanggapan mereka memang yang salah adalah anak-anak di kelas. Memang pada saat itu kelas yang saya pegang terdapat anak yang sangat bandel dan hiperaktif. Sayapun sudah pasrah setiap akan masuk ke kelas jika anak-anak ramai maka saya akan keluar. Setelah beberapa bulan saya jalani untuk mengajar akhirnya sedikit demi sedikit saya menemukan metode untuk mengatasi hal-hal di atas. Hal-hal tersebut saya bagi menjadi empat kategori diantaranya:

1. Optimalisasi diri kita sebagai seorang pendidik
Kenapa saya di sini memaksukan untuk mengoptimalkan diri kita dikarenakan hal ini sama dengan niat kita dalam mengajar. Jika semua dilaksanakan dengan niat penuh maka akan terbentuk kekuatan dan dorongan untuk mengajar secara pasti. Pada saat kita bimbang dalam mengajar maka anak- anak akan merasa tidak diperhatikan oleh kita, maka anak-anak akan cenderung bermain-main sesuka mereka. Dalam pengoptimalan mengajar akan tumbuh kreatifitas untuk mengekspresikan hal-hal yang akan kita lakukan pada saat mengajar. Optimalisasi ini merupakan hal yang sangat mendasar untuk dimiliki setiap pendidik. Optimalisasi mengajar akan berhubungan dengan nasib kita kedepannya baik itu pada diri kita sendiri maupun peserta didik. Cara yang paling efektif untuk mengoptimalkan dalam mengajar yaitu dengan kesungguhan kita untuk menjadi seorang pendidik.

2. Persiapan sebelum mengajar
Persiapan mengajar memang sangat penting dan jangan dilewatkan sebisa mungkin dilaksanakan dengan rinci dan menggunakan perhitungan yang tepat. Sebagai pendidik dalam persiapan mengajar minimal kita sudah paham materi yang akan disampaikan. Kepahaman materi merupakan modal utama dan jangan sampai ditinggalkan diusahakan sebelum kita mengajar malamnya atau paginya kita sudah membuka-buka buku mengenai materi yang akan disampaikan pada saat kita akan mengajar. Dengan kepahaman kita terhadap materi pelajaran maka dalam penyampaian pembelajaran akan terasa nyaman untuk diterima oleh peserta didik. Sebaliknya jika kita tidak menguasai materi yang kita sampaikan maka peserta didik akan merasa disampingkan. Peserta didik sudah merasa jika mereka diremehkan dengan cara mengajarnya tidak niat. Faktor pembagian waktu juga jangan sampai ditinggalkan. Waktu pembelajaran sangatlah penting karena setiap penyampaian materi tentu ada saatnya dimana peserta didik akan mendengarkan, menulis, dan mengerjakan tugas sampai waktunya habis. Maka antara penyampaian materi dan mengarjakan tugas harus benar-benar dipersiapkan secara matang agar bisa tepat waktu. Diusahakan jangan ada waktu kosong yang menjadikan anak-anak akan berfikir bebas dan anak melakukan hal-hal yang mereka sukai. Kebanyakan para pendidik sering lupa meninggalkan peserta didiknya di kelas tanpa ada pendidik.

3. Menggunakan kata-kata yang benar dan baik
Dalam penyampaian materi diusahakan kita harus sudah paham mana kata-kata yang baik dan kata-kata yang buruk. Trkadang sangking gaduhnya keadaan kelas maka pendidik lupa mengatakan kata yang jorok-jorok seperti bodoh kamu! maka si anak akan merasa sakit hatinya dan terniang-niang samapai berhari-hari dan bahkan berbulan-bulan. Kata-kata yang jorok tidak akan menjadikan anak yang nakal di kelas menjadi baik. Sebaliknya si anak akan bertambah semakin nakal. Jangan menggunakan perkataan ssseh jangan ramai! kata tersebut tidak akan mengurangi kegaduhan di kelas karena anak sudah terbiasa mendengarkan kata tersebut. Hindari dengan memukul-pukul meja atau papan tulis para siswa tidak banyak yang akan menirukan gerakan gurunya pada saat memukul meja atau papan tulis. Terus bagaimana caranya agar penyampaian materi kita bisa dicerna oleh anak-anak dengan kata-kata yang baik dan benar. Contoh ini sudah saya lakukan semisalnya pada anak yang gaduh dan belum bisa membaca maka saya akan mengatakan kepada anak tersebut seperti ini "jika kamu belum bisa membaca maka kamu tidak akan naik kelas". Metode ini cukup berhasil yang tadi anaknya gaduh menjadi diam dan besoknya sudah giat belajar membaca. Hukuman boleh kita lakukan asalkan masih dalam ranah yang berkaitan. Hindari penulisan yang salah di papan tulis. Pada saat kita menulis dan kebetulan tulisan kita salah maka anak-anak akan menilai kita sebagai pendidik yang belum pintar dan mereka mempunyai kecenderungan untuk membantah apa yang disampaikan oleh kita.

4. Jangan menuruti keinginan peserta didik
Pada saat kita akan mengajar jangan sampai kita diarahkan oleh anak-anak tetapi kita yang mengarahkan mereka. Semisalnya anak meminta pada kita "pak guru hari ini materinya ini saja ya?" hal ini tidak sepatutnya terjadi pada kita. Jika si anak yang mengarahkan kita maka akan membiasakan mereka yang mengatur dalam setiap pembelajaran. Diusahakan kita harus mempersiapkan yang matang sebelum pembelajaran dimulai supaya kita tidak disupir oleh peserta didik. 

Sekian salam pembaca, saya sampaikan meski satu artikel.

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me