Cara Mendidik Anak Nakal

Baik para pembaca yang budiman kalian pasti pernah menemui anak-anak yang berbeda dari lainnya maksudnya yaitu anak super nakal. Terutama para orang tua dan para guru yang baru saja mengajar muridnya di sekolah tempat kerjanya apalagi bagi para guru pemula bisa-bisa emosi dan menginginkan keluar dari sekolah itu. Baiklah mari coba tengok artikel ini dengan seksama semoga bisa solusi yang terbaik. Sebelum mengetahui bagaimana cara mendidik anak nakal maka kita harus mengatahui pengertian anak nakal. Apa pengertian anak nakal itu?.Sebenarnya definisi nakal adalah makna perbuatan dari sebuah akibat yang disebabkan. Maka nakal bisa diindikasikan kepada perbuatan atau prilaku yang tidak sesuai dengan situasi pada umumnya. Lebih mengarah lagi pada pengertian anak nakal. Anak nakal adalah perbuatan atau prilaku anak yang mengarah pada sifat-sifat negatif dan jauh dari pandangan umumnya. Biasanya anak yang mengalami hal ini berprilaku seenaknya saja atau bisa dikatakan mau menang sendiri tetapi yang mengarah pada sifat-sifat negatif. Terus bagaimana caranya agar anak tersebut menjadi anak yang baik?. Di bawah ini ada beberapa cara agar anak berubah menjadi anak yang baik. Namun, cara ini berdasar pada pengalaman dan sedikit dari literatur  pada buku. Diantaranya:
1.      Mengetahui kepribadian anak
Di sini yang lebih mengetahui kepribadian anak yaitu orang tuanya sendiri atau gurunya jika di sekolahan. Dengan mengetahui kepribadian anak kita bisa paham caranya untuk mengatasi kenakalannya. Cara mengatahui kepribadian anak kita bisa melalui pendampingan dan pengawasan. Misalnya pada saat anak bermain atau melakukan kegiatan yang lain kita bisa memantau apa saja yang dilakukan oleh anak kita.
2.      Mencoba memasuki dunia anak
Hal ini memang dirasa kurang normal tetapi sebenarnya cara kedua ini sangat penting dan mendasar. Dengan kita menyelami dunia bersama anak kita dapat memahami dasar dari kemampuan si anak. Contoh: pada saat kita memasuki toko mainan bersama anak di dalam toko tersebut banyak sekali mainan dan mau tidak mau kita harus memenuhi si anak. Pada kalanya kemauan si anak hanya keingingan sesaat ingat para orang tua bahwa keinginan sesaat merupakan keingingan yang masih bisa ditunda jadi keingingan anak tersebut terlalu membahayakan lebih baik ditunda saja. Missal si anak menginginkan mainan pistol lebih baik di hindarkan karena mainan yang membahayakan akan menjadikan potensi anak semakin mengarah pada penyelewengan. Kecuali si anak menginginkan mainan pistol dengan dalih bercita-cita ingin menjadi polisi. Maka hal itu orang tua harus lebih mendorongnya. Jika orang tua mengalami kejadian seperti di atas maka para orang tua harus lebih memahaminya.
Saya ingatkan dalam hal mendidik anak tidak cukup dengan satu dua kali dalam membimbingnya tetapi membutuhkan pengorbanan dan perhatian yang cukup. Ingat tindakan yang instan juga akan menghasilkan yang instan begitu juga sebaliknya. Jika para orang tua mendidiknya dengan penuh kesabaran maka hasilnya akan maksimal.
Sekian artikel di atas semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca budiman. Khususnya bagi para orang tua yang sedang mempunyai anak-anak kecil. “bertindaklah sebelum ditindak”

Untuk Navigasi Lengkap Silahkan Kunjungi Peta Situs



Baca Juga:

Langganan Via Email
Copyright © | by: Me